Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

DOA KEMERDEKAAN

A. Mustofa Bisri
http://www.jawapos.com/

Ya Allah ya Tuhan kami
Di hari kemerdekaan
negeri kami
Kami memohon kepadaMu,

ya Allah
Ilhamilah kami untuk dapat menyadari dan mensyukuri
Dengan benar rahmat agung anugerahMu,

Sajak-Sajak Mutia Sukma

http://www.lampungpost.com/
Samarang
bagi The Photograf

sebelum kotamu benar-benar tak cukup jadi mangkuk
menampung luapan laut dan
kotoran kota
aku ingin menjejaki bekas tapak kakimu
dan mencari di mana bingkai bingkai fotomu
dulu kau gantung

Sajak-Sajak Umar Fauzi Ballah

http://www.suarakarya-online.com/
Cacing Tanah
- Ria Rossiana

bukan karena kau sampah
maka aku mencintaimu yang menghumus tanah dengan rindu-rindu
tumbuh dengan jantung terbelah
menengadah untuk sesuatu yang serba biru
yang kupungut kemudian kau usut
yang kutabur kemudian kau gembur
lalu aku menyusu dari rahimmu

Sajak Tita Tjindarbumi

http://lampungpost.com/
Saat Bumi Terbelah

Setangkai bunga karang menggeliat liar di senja saat camar mematuk di tiap inci lekuk yang mengerucut pada lembah yang lembap. Di tiap mahkotanya yang menyerabut tetes demi tetes mengalir diam-diam mengikuti arah paruh camar yang mengganas dalam gelora yang kesorean. Aroma alkohol bercampur saus yang tersaput rata di sekujur bunga karang yang helai daunnya koyak bersama rima dan diksi puisi yang bertebaran tak tergapai

Sajak-Sajak Irwan Syahputra

http://www.acehkita.com/
Yang Pamit di Bulan November
“Kepadamu Perempuanku yang mengakhiri jalan cerita”

Sepertinya ada yang kosong
Pamit, lalu diam-diam bungkam

Ketika rindu terbaik tidak layak lagi terukir
Segala maharaja rasa pun seketika pupus, lalu punah

Sajak-Sajak F. Moses

http://www.lampungpost.com/
Litani Kata

Aku percaya pada satu kata
Frase dan klausa berkuasa
Mencipta langit puisi
Dan akan satu anak kalimat
Judulnya tunggal milik semua
Dikandung dari roh paragraf
Dilahirkan penyair perawan
Yang menderita sengsara

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com